Jumat, 17 Juni 2016

REVIEW JURNAL PENELITIAN AKUNTANSI 3

1.        Judul Penelitian  : PENERAPAN AKUNTANSI PERTANGGUNGJAWABAN PADA PUSAT BIAYA SEBAGAI ALAT PENILAIAN KINERJA MANAJER DI PT PERKEBUNAN NUSANTARA IX

2.        Penulis                 : Imam Safi’i

3.        Nama Jurnal       : Jurnal Sistem Pengendalian Manajemen

4.        Tahun Terbit      : 2015

5.        Latar Belakang Penelitian :

Perusahaan didirikan pada dasarnya untuk mencapai tujuan dan sasaran yang ingin dicapai oleh perusahaan. Salah satu tujuan dari suatu perusahaan adalah memperoleh laba semaksimal mungkin untuk kelangsungan hidup perusahaan. Agar tujuan dan sasaran perusahaaan tercapai, maka dibutuhkan perencanaan dan pengendalian.

Perencanaan dan pengendalian operasi perusahaan, manajemen memberikan peran bagi perusahaan dalam merencanakan pencapaian sasaran organisasi yang kemudian dibuat dalam suatu anggaran. Perencanaan disusun agar perusahaan dapat menggunakan dana untuk membiayai kegiatan operasional perusahaan secara efisien dan dapat memudahkan pengendalian agar tidak terjadi pemborosan dana.

Salah satu cara untuk melihat fungsi perencanaan dan pengendalian berjalan sesuai dengan harapan yaitu dengan memperhatikan sistem pengendalian manajemennya. Sistem pengendalian manajemen harus didukung dengan struktur organisasi yang baik. Struktur organisasi pada perusahaan adalah suatu bentuk struktur pusat pertanggungjawaban.

Pusat pertanggungjawaban dalam suatu perusahaan sering disebut dengan akuntansi pertanggungjawaban. Akuntansi pertanggungjawaban adalah suatu sistem yang disusun menurut sifat dan kegiatan perusahaan dengan tujuan agar tiap-tiap unit dapat mempertanggungjawabkan hasil kegiatannya. Dengan adanya akuntansi pertanggungjawaban, pimpinan perusahaan dapat memberikan wewenang dan tanggungjawab ketingkat pimpinan dibawahnya dengan lebih efisien dan efektif tanpa harus memantau sacara langsung seluruh kegiatan perusahaan.

Unit-unit dalam suatu perusahaan adalahi pusat-pusat pertanggungjawaban. Jenis-jenis pusat pertanggungjawaban antara lain pusat biaya, pusat pendapatan, pusat investasi dan pusat laba. Setiap pusat pertanggungjawaban mempunyai manajer yang bertanggungjawab atas kegiatan yang terjadi dalam pusat yang dipimpinnya, dan secara periodik manajer tersebut akan mempertanggungjawabkan hasil kerjanya kepada pimpinan perusahaan.
Penilaian kinerja dapat dilakukan dengan menilai kinerja manajer. Penilaian kinerja dapat diartikan sebagai penilaian secara periodik efektifitas operasional suatu perusahaan sesuai dengan sasaran yang ditetapkan sebelumnya. Penilaian kinerja manajer mencakup seluruh biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan. Kinerja manajer yang baik adalah tuntutan perusahaan dalam meningkatkan efektifitas kinerja yang maksimal. Pencapaian kinerja yang maksimal dapat dilakukan dengan cara menyusun anggaran atau menyusun rencana kerja yang bersifat jangka panjang. Setelah itu dilakukan evaluasi dari tiap manajer terhadap pusat pertanggungjawaban yang telah ditugaskan sebelumnya.

Anggaran sebagai salah satu alat yang digunakan dalam akuntansi pertanggungjawaban yang dibandingkan dengan laporan realiasasi manajemen pusat biaya dalam mengukur kinerja, sehingga perbedaan jumlah biaya yang telah terealisasi dengan yang telah dianggarkan merupakan selisih yang akan mencerminkan kinerja manajer. Anggaran ini merupakan komitmen dari masing-masing pihak perusahaan untuk bekerja sama dalam mewujudkan rencana jangka pendek perusahaan sampai dengan tujuan jangka panjang perusahaan.

Peneliti melakukan penelitian mengenai penerapan akuntansi pertanggungjawaban pada pusat biaya sebagai alat penilaian kinerja manajer di PT. Perkebunan Nusantara IX (Persero). Penelitian ini berfokus pada pusat biaya sesuai dengan pusat pertanggungjawaban dalam setiap tingkatan struktur organisasi, sistem anggaran dan laporan pertanggungjawaban pada perusahaaan tersebut. Mengingat bahwa perusahaan ini telah sedemikian besar, yang berarti didalamnya telah terdapat akuntansi pertanggungjawaban dan pusat pertanggungjawaban. Namun total biaya produksi pada PT Perkebunan Nusantara IX tidak mencapai target anggaran dalam dua tahun berturut-turut yaitu dari tahun 2012 dan 2013 selalu memghasilkan selisih rugi (Unfavourable). Tidak tercapainya target anggaran dalam dua tahun berturur-turut disebabkan karena manajer tidak melakukan tindakan perbaikan yang memadai atas terjadinya selisih tersebut. Pada kenyataannya kecil kemungkinan biaya yang direalisasi sama dengan biaya yang dianggarkan. maka diperlukan evaluasi kembali untuk menilai kinerja para manajer dalam setiap tahunnya. PT Perkebunan Nusantara IX (Persero) melakukan perbaikan pada penerapan akuntansi pertanggungjawaban dan kinerja manajer agar dapat menjadi lebih baik. Oleh karena itu, setiap awal tahun perusahaan membuat RKAP (Rencana Kerja Anggaran Perusahaan). Sehingga perusahaan dapat mengetahui selisih perbandingan proyeksi laba atau rugi.

6.        Metode
a.         Jenis dan Objek Penelitian
Jenis penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif. Penelitian deskriptif merupakan penelitian yang tujuannya untuk memberikan gambaran mengenai hubungan antara fenomena yang diuji. Objek penelitian ini adalah PT. Perkebunan Nusantara IX (Persero).

b.         Teknik Pengumpulan Data
Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Data sekunder adalah data yang diperoleh dari objek penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian adalah data sekunder berupa gambaran umum perusahaan, bagan struktur organisasi, laporan keuangan perusahaan tahun 2012-2014, RKAP tahun 2012-2014, laporan pertanggungjawaban, jurnal dan literatur, serta data-data lainnya yang sesuai dengan kebutuhan penelitian.

c.         Teknis Analisis Data
Teknik analisis data yang digunakan adalah dengan metode deskriptif. Metode deskriptif adalah suatu metode dengan cara pengumpulan data dan disusun, serta dianalisis sehingga dapat memberikan keterangan untuk memecahkan permasalahan yang dihadapi.

7.        Hasil Penelitian

Hasil penelitian menunjukkan penerapan akuntansi pertanggungjawaban pada PT Perkebunan Nusantara IX apabila dilihat dari struktur organisasi telah efektif karena telah terdapat uraian tugas yang menerapkan secara jelas tugas, wewenang dan tanggungjawab setiap tingkatan manajemen dengan baik. Perusahaan juga telah merumuskan dengan jelas fungsi pokok, tugas, dan tanggungjawab unit kerja. Namun apabila dilihat dari anggaran dan realisasi biaya produksi pada PT Perkebunan Nusantara IX penerapan akuntansi pertanggungjawabannya belum memadai karena total biaya produksi untuk tanaman musiman pada PT Perkebunan Nusantara IX selalu menghasilkan selisih menguntungkan (favourable) pada tahun 2012 dan 2014, hanya pada tahun 2013 menghasilkan selisih rugi (Unfavourable). Sedangkan total biaya produksi pada tanaman tahunan PT Perkebunan Nusantara IX selalu menghasilkan selisih rugi (Unfavourable) pada tahun tahun 2012-2013.

Dengan membandingkan antara realiasasi dan anggaran, seorang manajer pusat biaya dapat megetahui apakah biaya yang dikendalikan telah berjalan dengan baik dan telah menggunakan biaya secara efisien. Dalam penelitian ini anggaran digunakan sebagai informasi akuntansi pertanggungjawaban. Dengan menganalisis anggaran tersebut, maka dapat diketahui efisiensi dari biaya produksi yang telah dilakukan oleh PT Perkebunan Nusantara IX. Dari analisis laporan pertanggungjawaban, dapat dilihat bahwa biaya produksi pada PT Perkebunan Nusantara IX belum efisien karena telah mengalami penyimpangan yang merugikan (Unfavourable), dimana realisasi berada dibawah anggaran yang telah ditetapkan.



Sumber Referensi :



Tidak ada komentar:

Posting Komentar