1.
Judul
Penelitian : PENERAPAN AKUNTANSI PERTANGGUNGJAWABAN PADA PUSAT BIAYA SEBAGAI ALAT PENILAIAN
KINERJA MANAJER DI PT PERKEBUNAN NUSANTARA IX
2.
Penulis : Imam Safi’i
3.
Nama Jurnal : Jurnal Sistem Pengendalian
Manajemen
4.
Tahun Terbit : 2015
5.
Latar Belakang Penelitian :
Perusahaan
didirikan pada dasarnya untuk mencapai tujuan dan sasaran yang ingin dicapai
oleh perusahaan. Salah satu tujuan dari suatu perusahaan adalah memperoleh laba
semaksimal mungkin untuk kelangsungan hidup perusahaan. Agar tujuan dan sasaran
perusahaaan tercapai, maka dibutuhkan perencanaan dan pengendalian.
Perencanaan dan
pengendalian operasi perusahaan, manajemen memberikan peran bagi perusahaan
dalam merencanakan pencapaian sasaran organisasi yang kemudian dibuat dalam
suatu anggaran. Perencanaan disusun agar perusahaan dapat menggunakan dana
untuk membiayai kegiatan operasional perusahaan secara efisien dan dapat
memudahkan pengendalian agar tidak terjadi pemborosan dana.
Salah satu cara
untuk melihat fungsi perencanaan dan pengendalian berjalan sesuai dengan
harapan yaitu dengan memperhatikan sistem pengendalian manajemennya. Sistem
pengendalian manajemen harus didukung dengan struktur organisasi yang baik.
Struktur organisasi pada perusahaan adalah suatu bentuk struktur pusat
pertanggungjawaban.
Pusat
pertanggungjawaban dalam suatu perusahaan sering disebut dengan akuntansi pertanggungjawaban.
Akuntansi pertanggungjawaban adalah suatu sistem yang disusun menurut sifat dan
kegiatan perusahaan dengan tujuan agar tiap-tiap unit dapat mempertanggungjawabkan
hasil kegiatannya. Dengan adanya akuntansi pertanggungjawaban, pimpinan
perusahaan dapat memberikan wewenang dan tanggungjawab ketingkat pimpinan
dibawahnya dengan lebih efisien dan efektif tanpa harus memantau sacara
langsung seluruh kegiatan perusahaan.
Unit-unit
dalam suatu perusahaan adalahi pusat-pusat pertanggungjawaban. Jenis-jenis
pusat pertanggungjawaban antara lain pusat biaya, pusat pendapatan, pusat
investasi dan pusat laba. Setiap pusat pertanggungjawaban mempunyai manajer
yang bertanggungjawab atas kegiatan yang terjadi dalam pusat yang dipimpinnya,
dan secara periodik manajer tersebut akan mempertanggungjawabkan hasil kerjanya
kepada pimpinan perusahaan.
Penilaian
kinerja dapat dilakukan dengan menilai kinerja manajer. Penilaian kinerja dapat
diartikan sebagai penilaian secara periodik efektifitas operasional suatu
perusahaan sesuai dengan sasaran yang ditetapkan sebelumnya. Penilaian kinerja
manajer mencakup seluruh biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan. Kinerja
manajer yang baik adalah tuntutan perusahaan dalam meningkatkan efektifitas
kinerja yang maksimal. Pencapaian kinerja yang maksimal dapat dilakukan dengan
cara menyusun anggaran atau menyusun rencana kerja yang bersifat jangka
panjang. Setelah itu dilakukan evaluasi dari tiap manajer terhadap pusat
pertanggungjawaban yang telah ditugaskan sebelumnya.
Anggaran
sebagai salah satu alat yang digunakan dalam akuntansi pertanggungjawaban yang
dibandingkan dengan laporan realiasasi manajemen pusat biaya dalam mengukur
kinerja, sehingga perbedaan jumlah biaya yang telah terealisasi dengan yang
telah dianggarkan merupakan selisih yang akan mencerminkan kinerja manajer.
Anggaran ini merupakan komitmen dari masing-masing pihak perusahaan untuk
bekerja sama dalam mewujudkan rencana jangka pendek perusahaan sampai dengan
tujuan jangka panjang perusahaan.
Peneliti
melakukan penelitian mengenai penerapan akuntansi pertanggungjawaban pada pusat
biaya sebagai alat penilaian kinerja manajer di PT. Perkebunan Nusantara IX
(Persero). Penelitian ini berfokus pada pusat biaya sesuai dengan pusat
pertanggungjawaban dalam setiap tingkatan struktur organisasi, sistem anggaran
dan laporan pertanggungjawaban pada perusahaaan tersebut. Mengingat bahwa
perusahaan ini telah sedemikian besar, yang berarti didalamnya telah terdapat
akuntansi pertanggungjawaban dan pusat pertanggungjawaban. Namun total biaya
produksi pada PT Perkebunan Nusantara IX tidak mencapai target anggaran dalam
dua tahun berturut-turut yaitu dari tahun 2012 dan 2013 selalu memghasilkan
selisih rugi (Unfavourable). Tidak tercapainya target anggaran dalam dua
tahun berturur-turut disebabkan karena manajer tidak melakukan tindakan
perbaikan yang memadai atas terjadinya selisih tersebut. Pada kenyataannya
kecil kemungkinan biaya yang direalisasi sama dengan biaya yang dianggarkan.
maka diperlukan evaluasi kembali untuk menilai kinerja para manajer dalam
setiap tahunnya. PT Perkebunan Nusantara IX (Persero) melakukan perbaikan pada
penerapan akuntansi pertanggungjawaban dan kinerja manajer agar dapat menjadi
lebih baik. Oleh karena itu, setiap awal tahun perusahaan membuat RKAP (Rencana
Kerja Anggaran Perusahaan). Sehingga perusahaan dapat mengetahui selisih
perbandingan proyeksi laba atau rugi.
6.
Metode
a.
Jenis dan Objek Penelitian
Jenis
penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif. Penelitian deskriptif
merupakan penelitian yang tujuannya untuk memberikan gambaran mengenai hubungan
antara fenomena yang diuji. Objek penelitian ini adalah PT. Perkebunan
Nusantara IX (Persero).
b.
Teknik Pengumpulan Data
Sumber data
yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Data sekunder adalah
data yang diperoleh dari objek penelitian. Teknik pengumpulan data yang
digunakan dalam penelitian adalah data sekunder berupa gambaran umum
perusahaan, bagan struktur organisasi, laporan keuangan perusahaan tahun
2012-2014, RKAP tahun 2012-2014, laporan pertanggungjawaban, jurnal dan
literatur, serta data-data lainnya yang sesuai dengan kebutuhan penelitian.
c.
Teknis Analisis Data
Teknik analisis
data yang digunakan adalah dengan metode deskriptif. Metode deskriptif adalah
suatu metode dengan cara pengumpulan data dan disusun, serta dianalisis
sehingga dapat memberikan keterangan untuk memecahkan permasalahan yang
dihadapi.
7.
Hasil Penelitian
Hasil penelitian
menunjukkan penerapan akuntansi pertanggungjawaban pada PT Perkebunan Nusantara
IX apabila dilihat dari struktur organisasi telah efektif karena telah terdapat
uraian tugas yang menerapkan secara jelas tugas, wewenang dan tanggungjawab setiap
tingkatan manajemen dengan baik. Perusahaan juga telah merumuskan dengan jelas
fungsi pokok, tugas, dan tanggungjawab unit kerja. Namun apabila dilihat dari
anggaran dan realisasi biaya produksi pada PT Perkebunan Nusantara IX penerapan
akuntansi pertanggungjawabannya belum memadai karena total biaya produksi untuk
tanaman musiman pada PT Perkebunan Nusantara IX selalu menghasilkan selisih
menguntungkan (favourable) pada tahun 2012 dan 2014, hanya pada tahun
2013 menghasilkan selisih rugi (Unfavourable). Sedangkan total biaya
produksi pada tanaman tahunan PT Perkebunan Nusantara IX selalu menghasilkan
selisih rugi (Unfavourable) pada tahun tahun 2012-2013.
Dengan
membandingkan antara realiasasi dan anggaran, seorang manajer pusat biaya dapat
megetahui apakah biaya yang dikendalikan telah berjalan dengan baik dan telah
menggunakan biaya secara efisien. Dalam penelitian ini anggaran digunakan
sebagai informasi akuntansi pertanggungjawaban. Dengan menganalisis anggaran
tersebut, maka dapat diketahui efisiensi dari biaya produksi yang telah
dilakukan oleh PT Perkebunan Nusantara IX. Dari analisis laporan
pertanggungjawaban, dapat dilihat bahwa biaya produksi pada PT Perkebunan
Nusantara IX belum efisien karena telah mengalami penyimpangan yang merugikan (Unfavourable),
dimana realisasi berada dibawah anggaran yang telah ditetapkan.
Sumber Referensi :



